Siena, Dia itu makhluk hidup, bisa gerak, bisa juga pindah tempat semaunya. Jadi, lo nggak berhak atur hidup dia. _Siena_ Pagi ini Saka sudah sibuk seperti pagi beberapa hari sebelumnya, dia berperang dengan alat dapur yang harusnya dipegang anak perempuan! Tapi Saka tidak merasa kesal, justru dia tersenyum senang menatap sup yang hampir matang. Ini semua demi Siena bisa sarapan bersamanya. Ah, apa kalian bertanya kenapa Saka mengajak Siena pacaran padahal harusnya Saka itu memisahkan Aksa dan Siena? Tidak, Saka jelas tidak akan memberikan jawaban itu sekarang. "Wangi amat masakan lo, Ka!" puji Siena dengan hidung mengendus wangi masakan Saka. Saka yang masih menggunakan celemek berwarna biru laut berbalik menatap Siena yang berdiri dan bersandar pada dinding dapur. "Spesial

