Karin menatap tidak percaya Ryan, yang sudah menuduhnya cemburu. “Bapak kenapa bicara, seperti itu? Aku, ‘kan cuman bertanya saja tidak ada maksud apapun juga. Lagipula, tidak ada yang bisa mengubah masa lalu Bapak, yang mereka terkenal sebagai play boy.” Ryan yang sedang menelan makanan menjadi tersedak, setelah batukya reda ia pun berkata, “Berani kamu mengatai saya sebagai seorang playboy? Saya ini tidak akan seperti itu, kalau saja tidak ada wanita yang dengan sukarela menawarkan diri mereka menjadi teman kencanku. Catat ini, Karin! Aku tidak pernah memaksa mereka, untuk menjadi kekasihku atau teman kencanku. Akan tetapi, mereka sendiri yang dengan sukarela datang dan menyerahkan tubuh mereka kepadaku.” Giliran Karin yang menjadi batuk mendengar perkataan frontal dari Ryan. “Bapak ke

