Ryan langsung menutup sambungan telepon. Ia keluar dari ruangannya dengan langkah kakinya yang panjang. Begitu berada di depan meja Karin, Ryan berhenti sebentar. “Tolong kamu atur ulang jadwal saya selama beberapa hari ke depan. Alihkan beberapa pekerjaanku ke asistenku. Aku akan pergi ke luar kota.” Ryan kembali melanjutkan langkahnya memasuki lift. Beberapa saat kemudian, ia sudah duduk dengan nyaman di dalam mobilnya. “Tolong, antarkan saya ke bandara!” Perintah Ryan kepada sopir pribadinya. Sang sopir pun mengangguk, ia lalu menjalankan mesin mobil menuju bandara. Dan tak lama berselang mobil pun sampai di bandara. Ryan langsung turun dari mobil dan masuk ke bandara menuju bagian keberangkatan domestik. Ia tadi sudah memerintahkan kepada Karin untuk memesankan tiket bisnis, unt

