Ryan mendorong Karin dengan kasar, sampai wanita itu terjatuh ke tanah berbatu. Kemudian ia pergi begitu saja menuju mobil yang dikemudikan kakaknya. Karin mengusap lututnya yang siku lengannya yang terasa perih, karena tergesek batu. Ia memandangi mobil yang tadi dimasuki Ryan menjauh pergi. Rasa sedih dan kecewanya, karena apa yang dilakukan dan dikatakan Ryan. Mbak Sri asisten Ibunya datang menghampiri Karin, lalu membantunya berdiri. “Ayo, Mbak! Kita pulang saja sudah malam. Mbak juga belum sampat istirahat nanti sakit, bagaimaa Mbak Karin bisa membantu Ibu?” Karin menganggukkan kepalanya ia menerima uluran tangan asisten Ibunya tersebut. Ia kemudian duduk di atas motor yang diparkir di pinggir jalan oleh asisten Ibunya. Sri menyalakan mesin motornya, kemudian ia melajukannya me

