“Anggap saja kamu tidak melihat! Kamu menyayangi Tante, bukan?” ucap Ibu Ryan. Daniel tersadar dari rasa terkejutnya. “Apa yang Tante lakukan salah dan aku tidak mungkin diam saja! Bagaimana, kalau Tante akan melakukannya lagi, kalau aku diam saja.” Mata Ibu Ryan menatap Daniel dengan marah. Ia mengatakan, kalau yang dilakukannya hanya ingin memberikan pelajaran saja kepada Karin, karena Ibunya sudah membunuh suaminya. Daniel menggelengkan kepala, dengan sedih ia mendekati Ibu Ryan dan berkata, “Yang bersalah Ibunya dan Karin sama sekali tidak terlibat!” “Tetap saja dia bersalah! Karena wanita ini bisa membuat Ryan melupakan Tante!” Daniel tidak habis pikir bisa-bisanya Ibu Ryan berpikir, seperti itu. Ryan sudah dewasa dan ia berhak memilih wanitanya, tetapi ia tidak mungkin melupakan

