22. Apa Tidak Malu?

1611 Words

Aku bisa sedikit bernapas lega karena selama beberapa hari ini Beni mendadak menghilang. Setiap hari melihat wajah Beni rasanya membuatku muak. Tidak ada yang tahu dia ke mana karena dia juga tidak menerorku seperti biasanya. Kabar terakhir tentangnya kudapat dari Bimo yang mengatakan jika dia meminta dijemput agar bisa ke bakery. Dan itu pun batal, karena aku melarang Bimo melakukannya. Setelah itu, dia seperti menghilang. Mungkin dia sedang disibukkan dengan pekerjaannya, seperti yang pernah dikatakannya padaku. Aku memilih tidak mau tahu apa yang dilakukannya di kota ini. Terserah dia mau melakukan apa pun, aku tidak mau peduli. Kadang kala aku malah merasa alasan Beni datang ke kota ini hanya kebohongannya saja karena dia bisa seharian berada di bakery tanpa melakukan apa pun. Bayangk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD