"Mama, Papa kok nggak datang?" tanya Vio sesaat setelah aku menjemputnya dari sekolah. Vio mengikutiku dari belakang dan terlihat tidak sabar. "Papa lagi sibuk, nak," sahutku. Wajah Vio mendadak berubah, dia tampak tidak senang dengan jawabanku. Dari kemarin pertanyaan yang sama selalu diajukannya padaku. Aku sampai kebingungan mengarang jawaban apa lagi agar Vio tidak ngambek dan menganggap aku berbohong padanya. "Kemarin Mama juga jawabnya gitu," katanya dengan wajah masam. Aku mengelus kepalanya perlahan karena kebingungan menanggapi perkataannya. Aku saja sudah lupa apa jawabanku kemarin saat Vio menanyakan hal yang sama. Sudah tiga hari Beni tidak muncul di bakery, hal yang tidak biasa terjadi. Apa dia telah kembali ke Jakarta? Aku bersyukur jika itu memang benar. Tapi terakhir kal

