Gambaran Masa Depan

1916 Words

Pintu apartement terbuka, Ryan datang dan membuyarkan lamunan Eda serta akhirnya sosok bertudung hitam itu pergi juga. Dadu berisikan pesan pun kembali dalam wadahnya sendiri. Dan di kamar Eda seolah-olah tidak ada peristiwa apa-apa, selain mencatat dan menerjemahkan perkamen saja. “Hai,” ucap Ryan ketika melihat mantannya termenung saja. “Hai, iya, eem, udah selesai kerjaan kamu.” Eda bingung harus menanyakan apa. “Sudah. Kamu kenapa, kelihatan pucat dan panik begitu.” Mata-mata itu menangkap keanehan di wajah mantan kekasihnya. “No, I’m just, tadi ketemu sama Anggun dan kita bicara banyak hal. Sepertinya dia nggak lama lagi menikah sama tunangannya itu.” Eda merapikan perkamennya yang berserakan. Ia urutkan sesuai kebutuhan dan tandai mana yang belum selesai dikerjakan. “Oh, ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD