POV ANNIE Aku sudah seminggu di sini. Sebentar lagi tutup dan sebentar lagi pria posesif itu muncul di pintu. Rasanya kami sudah saling mengenal untuk waktu yang lama, sehingga aku bisa menerima semua pembawaannya. Saat memikirkannya aku mendengar ada yang berdehem pelan. Aku langsung saja tersenyum dan saat aku menoleh tidak ada siapa pun. “Sudah siap, Sayang?” Aku menatapnya dan mengangguk pelan. Sebenarnya, dia sudah menjadi bagian penting di hidupku dan itu membuatku takut. “Iya, aku siap, tapi hari ini aku langsung ke asrama. Aku mau berkumpul bersama teman-temnku, aku sudah lama tidak bertemu mereka.” Aku melihat kekecewaan di matanya, tapi aku tidak menarik kembali perkataanku. Aku tidak bisa menyesal berusaha menjauhinya, dia masih terlalu muda dan tidak pantas dibebanin bersa

