*** "Ck, masih berusaha juga ternyata. Aku pikir enggak akan secepat ini." Mendapati nama Soraya terpampang di layar ponsel Sean, Isyana berdecak dengan perasaan yang cukup sebal. Malam menjelang, dia dan Sean barusaja selesai makan bersama. Jika setelahnya Sean keluar untuk memberi camilan, maka Isyana memutuskan untuk berdiam diri di kamar. Bukan karena tidak diajak, tapi karena beberapa waktu lalu Isyana tiba-tiba sakit perut, sehingga ketika Sean mengajak pergi, dirinya tidak bisa ikut. "Angkat jangan ya?" tanya Isyana. "Kalau diangkat, takut Mas Sean marah, tapi kalau enggak diangkat, Mbak Soraya pasti bakalan telepon terus. Nyebelin banget." Soraya semakin terang-terangan mendekati Sean, Isyana mulai waspada. Bukan karena cinta pada sang suami, tapi karena hal lain yaitu; misi y

