*** Dua minggu menjadi istri Sean, Isyana masih berusaha keras untuk meluluhkan hati suaminya itu. Harus pintar mengatur cara pendekatan agar tidak membuat Sean risih, Isyana bingung sendiri. Namun, disisi lain dia harus terus maju karena tekanan dari Panji tidak pernah berhenti. Meskipun masih jauh dari batas waktu yang ditentukan, Panji katanya ingin Isyana menyelesaikan misi dengan cepat. Bukan tanpa alasan, keinginannya itu didasari rasa benci Panji yang teramat besar pada Sean, sehingga secepatnya dia ingin melihat kehancuran mantan rivalnya itu. “Hari ini apa ya?” tanya Isyana, di tengah kegiatannya bersantai di apartemen. Sudah senin lagi, Isyana seperti biasa ditinggal sendiri di unit milik Sean. Sang suami berangkat pukul setengah tujuh, awalnya Isyana sibuk menjalankan tuga

