Bagian Lima Puluh

1146 Words

*** “Mama saya tadi telepon.” Spontan memelankan kunyahannya terhadap makanan yang sedang dia santap, Isyana mengangkat pandangan lalu memandang Sean setelah ucapan tersebut tiba-tiba saja terlontar. Waktu istirahat tiba, Isyana datang ke kantor Sean seperti yang dia janjikan. Bertemu sang suami di lobi kantor, Isyana langsung diajak ke ruangan Sean untuk menikmati makan siang di sana. Tanpa ditemani siapa pun, Isyana dan Sean menikmati makanan berdua saja. “Mau apa, Mas?” tanya Isyana penasaran. “Nanyain soal akun ngojeg saya bukan?” “Bukan,” jawab Sean. “Tapi hal lain.” “Ada hubungannya sama saya enggak?” tanya Isyana lagi. “Ada.” “Apa?” tanya Isyana. “Soal kehamilan kamu,” jawab Sean—membuat raut wajah Isyana berubah kaget. “Mama nanya kamu udah positif apa belum karena pernik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD