Bagian Enam Puluh

1060 Words

*** “Isyana … Berani-beraninya dia nolak telepon dari aku. Punya nyali darimana coba dia sampai berani lakuin ini?” Sambil menurunkan ponselnya dari samping telinga, ucapan bernada sinis tersebut Panji lontarkan dengan raut wajah yang tak bersahabat. Hari ini—sebelum memulai pekerjaan yang dia bawa ke rumah, Panji mencoba menghubungi Isyana dengan tujuan; bertanya tentang progress perempuan itu dalam mendapatkan hati Sean. Namun, alih-alih terhubung, panggilannya pada gadis itu justru ditolak secara terang-terangan—membuat rasa marah di dalam hatinya, muncul. Tidak diam saja, Panji mencoba untuk menghubungi lagi Isyana, tapi sialnya nomor istri Sean itu tak bisa dihubungi. “Ck, Isyana, kamu menguji kesabaran saya,” desis Panji dengan rahang yang mengeras. Sempat larut dalam rasa marah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD