Bagian Lima Puluh Dua

1049 Words

*** “Kamu marah sama saya?” Isyana yang semula sibuk dengan isi kepalanya, spontan menoleh, setelah pertanyaan tersebut tiba-tiba saja didapatkannya dari Sean. Sudah tidak di kantor, saat ini dia dan pria itu sedang di perjalanan pulang ke apartemen. Tak sesore biasanya, Sean meninggalkan kantor sekitar pukul setengah lima. Entah karena apa, Isyana tidak tahu dan memutuskan untuk tidak bertanya karena setelah obrolan beberapa jam lalu moodnya tak kunjung membaik. “Marah karena apa?” Isyana balik bertanya. “Enggak tuh, saya enggak marah.” “Kalau enggak marah, kenapa banyak diam?” tanya Sean. Sebenarnya dia gengsi untuk bertanya, tapi entah kenapa diamnya Isyana membuat dia tidak nyaman karena tak biasanya perempuan tersebut bersikap seperti itu. “Kamu biasanya banyak ngomong, tapi seka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD