*** “Gadis itu semakin lama semakin berani.” Selesai membaca pesan yang terpampang di layar ponsel, ucapan tersebut keluar dari mulut seorang pria berpiyama hitam yang masih duduk di kursi kerjanya. Bukan dari orang lain, pesan tersebut berasal dari sang anak buah yang sedang menjalankan misinya balas dendam. Siapa? Jawabannya adalah Isyana, karena bukan orang lain, pria berpiyama hitam yang kini sedikit badmood itu adalah Panji. Membantu Isyana dekat dengan Sean lewat cara yang cukup ekstrim, beberapa menit lalu dia coba menghubungi gadis itu untuk bertanya perkembangan. Namun, alih-alih dijawab, panggilan darinya justru ditolak dengan alasan: Isyana sedang bersama dengan Sean sehingga tidak memungkinkan untuk mereka mengobrol. Lewat pesan singkat, Isyana berjanji menghubungi Panji se

