Part 12

806 Words

Aku menatap wajah seorang gadis memakai makeup natural tapi memperlihatkan kecantikannya. Ujung rambutnya yang di curly diikat satu. Aku tidak percaya dengan apa yang baru saja kulihat dengan kedua mataku sendiri. "Bagaimana? Kamu suka hasilnya?" Rere menatapku dengan penuh bangga. "Aku jamin suamimu itu akan terkejut menatap wajahmu yang cantik itu," lanjutnya. "Suka kok. Tapi sayangnya Re, aku mau didandani seperti apa juga tidak akan berpengaruh buat dia. Boro-boro pujian. Dilirik saja sudah syukur," jawabku. Tadi pagi Erick memberitahuku untuk bersiap-siap malam ini. Karena salah satu rekan bisnisnya mengadakan acara pertunangannya malam ini. Aku yang tidak terbiasa ber-make up memutuskan untuk memoleskan make up tipis dan natural. Setelah puas menatap hasil karya yang kubuat se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD