Lara kini kembali melakukan pekerjaannya seperti biasanya, ia beberapa kali mencatat pesanan dan mengantarkan pesanan sama sekali tak ada masalah. Namun masalah baru datang ketika ia sekarang dipanggil oleh kumpulan para cowok tadi, ia pikir tidak ada masalah dengan apa pun dan mereka hanya meminta bantuannya untuk hal yang berhubungan dengan pemesanan makanan. Namun ternyata tidak sama sekali sekarang ini. Mereka malah menggoda Lara dan juga meminta nomor Lara , tak sopan. "Cantik minta nomornya dong. Gua dari kemarin perhatiin Lo waiters yang paling cantik disini." ujar salah satu lelaki yang ada di meja tersebut. Namun Lara sedari tadi hanya diam saja karena ia sangat terkejut juga. "Kok diam aja cantik? Ah apa karena belum kenal sama kita ya? Kenalin gua Matahari. Lo Senja kan? Na

