Sejak mendapatkan foto-foto itu, Sadewa menjadi tak tenang. Ia ragu dengan apa yang dilihatnya. Ingin sekali mendengar kebenaran itu langsung dari bibir sang pujaan. Namun apalah daya, ia tak seberani itu untuk mendengar kenyataan. Larut ke alam bawah sadar, Sadewa mulai tak sanggup menahan emosi yang mulai memuncak. Disaat itulah, ia menghempaskan seluruh isi meja hingga menimbulkan huru hara. “Arrrrrgh!” Prank! Seantero kantor langsung mendongak ke atas. Riuh bisik para pegawai mulai berkumandang. Sementara Rinjani hanya bisa memandang dalam diam. Ia tahu suasana hati sang mentor sedang tidak baik-baik saja, tapi tak disangka akan membuat kantor itu tampak mencekam. Rinjani ikut menghela nafas, sementara Dila dan beberapa rekan lain mulai bertanya-tanya, ada apa sebenarnya? ‘Apa

