Setiap pagi Rinjani selalu bangun dan berangkat lebih awal. Meskipun begitu, ia tak pernah lupa fitrahnya sebagai seorang istri. Sebelum berangkat, Rinjani selalu siapkan sarapan untuk Sadewa. Masalah di makan atau tidak, itu urusan belakangan. Lambat laun, hatinya mulai membeku. Cinta yang begitu menggebu seolah berubah jadi butiran debu. Kala itu, matahari baru mengintip di peraduannya. Namun, Rinjani sudah lebih dulu meninggalkan kediamannya. Bermodalkan aplikasi dan kendaraan online, Rinjani gegas menuju kampusnya. Oh, ya. Selama di Indonesia Rinjani memang tidak pernah mengemudi sendiri. Tepatnya, sebelum peraturan berlaku bahwa negara ASEAN tak perlu menunjukkan sim internasional untuk mengemudi. Meski kesulitan dalam mobilisasi, tapi untuk saat ini Rinjani hanya perlu memaklumi.

