“Aku menaruh surat di sebuah buku. Tentang lanskap impian untuk rumah kita. Mungkin kamu belum membacanya.” Kalimat itu terus mengiang di telinga. Sadewa bagai orang kerasukan mencoba secepat mungkin untuk sampai tujuan. Buku apa yang dimaksud? Tentang lanskap? Tiba di lobi, satpam menunduk seraya menyapa. Namun, Sadewa tak mengindahkan. Menjelang dini hari, Sadewa masih mengenakan jas hingga membuat kening satpam itu mengernyit. Tak mendapat respon, petugas itu pun mengedikkan bahu. Langkah Sadewa semakin tak sabar untuk sampai di unit. Saat tiba, ia langsung membuka jas menuju ruang kerjanya. Sekuat tenaga ia mengingat, buku apa yang dimaksud Chayra. Dimana ia letakkan buku itu? Sadewa menyusuri rak-rak buku yang terlampau banyak. Ia tak mungkin membuka satu per satu. Sampai ingatan

