WEDDING DAY

1554 Words

Malam ini, di kamar tunggu, ada sebuah perasaan yang tak bisa ditebak. Seolah semua bercampur aduk, melebur jadi satu. Namun yang jadi pertanyaan, haruskah ada kebahagiaan yang bercampur disana? Entahlah. Ia duduk seorang diri di sofa, tertunduk dan hampir meneteskan air mata. Rasanya sesak, seakan tak bisa digambarkan oleh kata-kata. Dua hari sejak pesta lajang, perasaannya jadi tak karuan. Entah apa sebabnya. “Hei, kenapa melamun?” tanya wanita berusia senja seraya mendekat. Bersama tongkat, ia melangkah dengan goyah. Nayyala yang setia mendampingi pun ikut menuntun wanita disana. “Rinjani, are you okay?” tanya Nayyala. Faktanya tak hanya wanita senja itu saja yang mengkhawatirkan sang mempelai, tapi Nayyala pun merasakan hal yang sama. Malam ini, Rinjani terlihat tidak seperti bia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD