*** Pria bermata kelabu itu mengedarkan pandangannya di pelataran sekolah, mencari adik dari sahabat sekalgus tunangannya yang selalu membuatnya tergila gila hingga ia memaksakan diri bahkan sejauh ini. Ia berdecak pelan berniat mengambil ponselnya sebelum tangan mungil itu memeluk lengannya dengan kuat. "Victor, kenapa kau disini?" Ia tersenyum mengusap rambut gadis yang kini bersandar di lengannya dengan manja seperti biasa. "Menjemputmu tentu saja." "Tidak, seharusnya kau tidak menjemputku. Kau pasti lelah bekerja dan kuliah disaat bersamaan. Kau tidak perlu memaksakan dirimu, aku bisa meminta siapa saja menjemputku." Victor tersenyum, sebelum merangkul tubuh gadis itu semakin mendekat kearahnya. Gadis ini sejak dulu selalu mampu membuatnya tergila gila bahkan

