"Ini aku, Amoura." Baru saja aku membuka mulutku tubuh kokoh itu seketika tumbang diatas lantai dengan tubuh sexy yang menimpa punggungnya dengan keras. "Ara!" Dan dengan kejamnya sepatu berhak yang kuyakini senilai ratusan dollar itu menghantam tengkuk pria yang kini tak sadarkan diri dibawahnya Percayalah, ini belum seberapa. "b******k! Jangan mengganggu kakak Iparku atau aku akan membunuhmu!" Bibir merah merekahnya terus mengeluarkan sumpah serapah sebelum berdecih dan berniat kembali melanjutkan serangannya. "Ara cukup!" Ara menoleh menatapku dari kaki hingga ujung rambut sebelum menarikku menjauh. Berteriak kesal pada pengawal dan keamanan direstouran itu tanpa tahu malu. "Tidak becus! Mereka dibayar bukan untuk berleha leha, huh! percuma saja mempekerjakan orang seperti me

