Dengan dagu yang bertumpu ditangannya, Stella menatap keluar jendela kaca restoran tempat dia makan dengan Evan siang ini. Pikirannya melayang jauh memikirkan kejadian kemarin malam, malam dia bertemu dengan mama Evan. Saking kepikirannya dia tentang pertemuan itu Stella tidak bisa tidur sama sekali. Makanya dia sampai terlihat pucat dan berakhir disini sekarang karena Evan memaksanya untuk istirahat meski jam istirahat makan siang belum tiba. Terlihat berlebihan memang reaksi Stella ini untuk sebagian orang, mengingat bertemu dengan orangtua kekasih kita adalah hal yang wajar. Tapi ini adalah Stella, dia punya pemikiran sendiri tentang kapan waktu yang tepat untuk dia dan Evan saling mengenalkan ke orangtua masing-masing. Dan untuk sekarang Stella pikir, hubungannya dengan Evan belum sed

