Liburan telah usai dan sekarang sudah waktunya Eara untuk kembali pada realita kehidupan. Wanita itu hanya menatap jalan yang tidak ia ketahui. Eara tidak bisa berkata apa pun, pria itu pun terlihat serius memegang berkas yang ada di tangannya. Eara sangat menyayangkan Adrel memilih untuk pergi begitu cepat, karena tanpa sadar Eara sudah jatuh cinta pada tempat itu. Dia menyukai suara ombak, angin yang bertiup dan Adrel yang ada di sana. Dia sadar ada yang salah pada hatinya, dia tak boleh memakai perasaannya. Dia hanyalah wanita sementara untuk pria itu. Eara membayangkan perkataannya tadi yang membuat Adrel menjadi sangat berubah. “Aku suka tempat ini, terutama karena ada kamu.” Ucap Eara. Mereka sedang menikmati angin pagi di pantai dengan kain tipis yang masih terlilit di tubuh Ear

