Seorang pelayan pria mendekati mereka, membuka satu botol wine dan menuang pada dua gelas wine. Adrel mengangkat gelas wine yang langsung diikuti Eara dan mereka bersulang, entah bersulang untuk apa. Mungkin untuk hari libur yang sedang mereka lakukan. Eara menyerngit saat merasakan wine itu masuk ke dalam mulutnya untuk pertama kalinya. Dia belum pernah minum alkohol sama sekali. Eara kembali menaruh gelas winenya di meja dan tidak berapa seorang pelayan membawakan menu utama, dua piring steak. Eara memotong kecil-kecil steak dan memakannya. Sementara Adrel masih memperhatikannya seakan ingin segera menangkapnya. “Kamu tidak makan, tu...” Eara menghentikan perkataannya dan berdeham. Lalu membenarkan perkataannya,” kamu tidak makan, Adrel?” Adrel hanya tersenyum dan mulai mem

