chapter 29

1001 Words

  Pria itu duduk di samping Eara, menarik wanita itu pada pelukannya. Perasaan yang semakin lama membuatnya semakin nyaman. Perasaan yang sudah sangat lama dia tutup, tapi kini seakan kembali hadir. Adrel tidak tahu kenapa, seakan seluruh kemarahannya meluap saat berada disampingnya. Seperti obat penenang untuknya. Adrel menghirup wangi dari tubuh Eara, dia menyukai semuanya. Seakan Tuhan memberikan sebuah penawar dari seluruh luka yang sudah ia rasakan.     Wanita itu masih berada dipelukannya, seakan wanita itu pun merasa nyaman berada dipelukannya, “Dia adalah adik tiriku,” Adrel tidak tahu kenapa dia bisa menceritakannya pada Eara. Dia selau menutup diri pada semua orang. Seakan dia ingin Eara tahu seberapa sakit dan terluka dirinya. Dan tidak pernah meninggalkannya. ”Aku selalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD