"Gara!" Lelaki berdenim hitam yang tengah fokus dengan kanvas dan cat air itu seketika menyimpan kuas yang sejak tadi dia gunakan untuk mengaplikasikan cat-cat air itu menjadi sebuah karya seni di atas kanvas. Tanpa menoleh ke belakang, di mana wanita yang menjadi ibu tirinya sejak dia kecil berbicara. "Aku malas bahas hal yang sama setiap hari, Ma," gumam Gara, lelaki itu, dengan nada malas. "Vanila hamil anak kamu. Kandungan dia akan semakin membesar dan kamu bersikap begini? Kamu nggak kasihan sama Vanila? Kamu nggak mau tanggung jawab sama dia?" "Aku tahu. Aku tahu!" Untuk pertama kalinya dalam hidup, Gara membentak Amanda. Dia akhirnya berdiri, berbalik untuk menatap ibunya. "Aku bakalan tetap tanggung jawab seperti rencana awal. Aku cuma minta sedikit memundurkan tanggal." "Ok

