Pesta Membosankan

1457 Words

Entah sudah berapa lama Lana berdiri, menyalami orang-orang yang menyapa Jeffrey, turut ikut dalam percakapan Jeffrey dan rekannya meski hanya sekadar jadi pendengar, dan mendengar pujian beberapa orang. Tak jarang juga terdengar cibiran di belakang. Ah, benar, beberapa orang memang suka menyanjung di belakang lalu mencibir di belakang. Mereka segelintir rang-orang munafik tentunya. Lana tak ambil pusing akan hal itu, selama pembahasan mengenai Vanila tidak dilemparkan, seperti sekarang ini. "Yang kemarin kayaknya lebih humble dan manis, ya. Sopan. Feminin. Murah senyum juga." Ya-ya-ya. Lana akui dia tidak tersenyum lebar sedari tadi. Lagi pula siapa yang tahan tersenyum sok manis sepanjang acara yang amat alot dan memuakkan ini? Ah, iya. Tentu saja mereka orang-orang penjilat dan juga m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD