“Menunduk!” titah Hilya kepada Sara yang sedang ada di depannya berdiri tepat di jendela di rumah itu. Dengan refleks yang bagus, Sara menjadi Sara yang mana adalah agen mata – mata. Selalu siap sedia dalam keadaan apapun. Yang kurang adalah senjata. Dia tidak membawa senjata biasanya seorang mata – mata membawanya. Kemudian, Sara tidak bisa mengendalikan elementnya di sini. Terbukti ketika serangan pisau es mulai berterbangan ke arahnya dan juga ke arah Hilya, Sara tidak bisa mengubahnya menjadi air saat di dekatnya. Mereka mulai berlari menjauhi rumah itu dan melindungi diri di balik gedung besar. Lalu mata Sara mengerjap ketika dia sadar bahwa kemungkinannya dia membalikkan lembaran di dalam buku untuk membaca halaman berikutnya. “Kau sadar sekarang?” Satu yang dirasakan Sar

