Bab 20

2352 Words

“Coba ucapkan itu di depan saya, Biandika?” Spontan Biandika dan Dhita menoleh ke sumber suara. Pintu terbuka menampilkan seorang yang sangat Biandika dan Dhita kenal. Dr. Geraldi Cowdree, berdiri di ambang pintu sambil melipat kedua tangannya di d**a. Tanpa Biandika dan Dhita tahu, pria itu sudah lama berdiri di celah pintu depan kamar rawat Biandika. Otak adiknya belum terbuka. Dalam hati Gerald bertanya-tanya apa Dave sudah menjelaskan ini. Mendengar ucapan jahat Biandika terhadap adiknya sudah keterlaluan, apalagi sampai melempar barang apa pun ke arah Dhita. Sementara Biandika, pria itu ketakutan setengah mati. Dave tidak terlalu perah melukainya, tapi Gerald—betapa beringasnya pria itu. Pertarungan beberapa hari yang lalu mirip seperti seekor kucing yang dipermainkan oleh dua mac

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD