BAB 22

1832 Words

Hari Minggu, sore hari, Aji menemani Angga ke rumah Dito. "kenapa ngajak Aji? Ga punya nyali?! Kalo aku ga ngeliat Aji, pintu ini ga bakalan aku buka. Masuk!" ucap Dito sambil melirik sekilas ke arah Angga penuh kebencian. Aji yang ada di depan Angga hanya menarik nafas panjang, dan melepaskan perlahan. Dia merasa dilema untuk permasalahan yang rumit ini. Angga sebagai sepupunya, membutuhkan dia untuk menjelaskan ke Dito. Sedangkan Dito sebagai teman SMA Amar, juga teman bisnis Aji. Dito, Aji serta teman Dito yang berdomisili di Jepang, membuka depot di negeri Sakura dengan menu makanan khas Indonesia. "Untuk apa datang kesini? belum cukup menyakiti Nara? masih ingin melihat Nara nangis lagi?" tanya Dito dengan wajah datar. "Bukan Dit" ucap Aji "Kamu punya mulut kan?! Aji jadi juru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD