Bab 23. Rumah di Kampung Hancur

1162 Words

“Kamu maunya yang gimana, Sayang?” tanya Aksara sedikit berbisik. Ia menyadari kalau Celine dari tadi menolak pilihan petugas butik karena nominal yang tertera. “Kita ganti tempat saja, Tuan. Di sini modelnya gak bagus,” ucap gadis itu masih terus berdusta. “Hm, gitu ya?” “Iya, Tuan.” “Maaf ya, calon istri saya tidak suka dengan model di sini.” “Baik, Pak, mohon maaf jika pelayanannya kurang menyenangkan.” Aksara bangkit dengan mengambil Denim dari pangkuan Celine. Ia memegang tangan kekasihnya untuk ke luar dari tempat tersebut, “Ya pelayanan kalian buruk sekali,” ucap Aksara ketika melewati meraka. Kedua petugas hanya terdiam tak berani komentar. Sedangkan Celine kini menoleh menatap Tuannya. “Apa Tuan marah?” “Ya, tentu.” “Mohon maaf ya, Tuan. Saya tidak bermaksud untuk memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD