Adrian sangat kesal dengan kejadian itu,
di sisi lain abangnya yang sengaja selingkuh, dan saat ini mantan pacarnya yang tidak tau diri ini mengajaknya balikkan.
Mella mau tidak mau harus menjelaskan tentang mengapa ia,sengaja menjadi simpanan seseorang.
"ad,..kamu harus tau, alasan mengapa aku meninggalkan kamu dan menjadi simpanan seseorang, ibuku telah lama sakit, dan dia juga memiliki utang pada lelaki yang saat ini bersama diriku, sedangkan aku hanya bekerja sebagai pelayang di restoran itu dulunya, aku tak ada pilihan selain menawarkan diriku untuk...." belum selesai Mella menjelaskan Adrian sudah menyela pembicaraan itu," kan ada adu mell, apa gunanya kita berpacaran jika tidak saling percaya, kita bisa cari solusinya bersama, kamu tidak harus mengambil keputusan tanpa bertanya pada aku dulu! apakah karena aku saat itu hanya seorang karyawan magang ,sehingga kamu tak menganggap aku?" Adrian semakin kesal, dia benar-benar tidak menyangka kekasihnya itu hanya mengambil keputusan tanpa bertanya pada dirinya.
"aku bukannya tidak menganggap kamu! tetapi saat itu benar-benar sangat terdesak dan ibuku juga membutuhkan uang untuk ke rumah sakit, aku tau ad,, aku memang pacar kamu aku cinta sama kamu, tetapi cinta juga tidak mampu membuat sesuatu yang tidak dapat di capai hanya dengan mengatakan "aku cinta padamu" ! kata Mella sambil menunduk menatap kebawah kakinya, dia tidak sepenuhnya salah, tetapi mau bagaimana lagi ,semuanya telah terjadi.
"sudahlah mell,,, saat ini semuanya telah berubah, waktu juga tidak dapat mundur kembali, soal cinta ... dulu memang aku sangat kecewa pada dirimu tetapi lambat lain, aku berusaha melupakan semuanya dan karena saat ini aku telah mendengar penjelasan kamu, maka aku putuskan untuk memaafkan dirimu, tetapi untuk bersama-sama seperti dulu lagi, maaf,, aku telah memiliki wanita yang lain ! kita masih bisa bersama sebagai teman dan tidak lebih dari itu" Adrian berbicara sambil menatap Mella dengan sayu,
wanita di depannya ini hanyalah masa lalunya, dia tidak harus terpuruk pada satu perasaan saja, meski lukanya di awal yang telah sembuh kini mulai berdarah lagi, dia akan berusaha untuk mengobati ulang luka itu.
di rumah Tanya,
"Ardi,, mari berpisah saja,, keteguhan ku pada dirimu ternyata masih tak ada apa-apanya di matamu, aku tidak sanggup jika akhirnya nanti aku masih akan terluka untuk yang kedua kalinya, kesalahan yang pernah di lakukan satu kali, maka membuka peluang untuk yang kedua kalinya, jika aku terus bertahan padamu,,, aku takut tidak dapat lagi berdiri tegak" Tanya berbicara dengan pelan, air matanya menetes sesekali,
"tidak Tan,, aku yakin , hanya saat ini saja dan yang terakhir, aku tidak sanggup jika kamu meninggalkan aku ,aku.." Ardi tak mampu berkata-kata lagi, tanya hanya mencibir, " Ardi,,,apakah kamu takut tak akan ada lagi yang Mesak untukmu? atau tak akan ada lagi pemuas nafsu untukmu? ,sayang sekali aku adalah seorang manusia yang penuh dengan dosa, aku tidak suci tetapi aku masih punya pikiran , aku tidak mau hanya menjadi itu semua, soal anak... aku bisa mengantarnya seminggu sekali ke rumah ini," kata Tanya dengan penuh kejujuran .
Ardi memang sangat terluka sekarang, tetapi dialah yang membuat luka itu sendiri, maka dia harus terima apa yang menjadi keputusan istrinya itu.
"besok ,,aku akan kerumah ibu, ingin menjelaskan pada mereka,aku tak akan mengungkit apa yang terjadi di antara kita,kita berpisah baik-baik saja," Tanya berkata dengan suara yang serak, "Tan..." kata Ardi dengan pelas, Ardi akhirnya menangis tanpa suara, dia benar-benar menyesal sekarang,
Adrian,
ia lalu pulang dengan hati yang lega, perasaan yang selama ini dia simpan, sekarang sudah membuka semua yang membelenggu hatinya.
"Adrian, maafkan aku " kata Mella menatap punggung Adrian yang hampir menghilang itu, dia memang telah salah mengambil keputusan di masa lalu.,