sayang sekali bagi hidup Tanya,
di tempat Ardi,
meskipun istrinya telah hilang dia tetap mengurus perceraian pada istrinya itu, Ardi berfikir jika istrinya telah melarikan diri dan bersama dengan lelaki lain.
tiga bulan kemudian,
Ardi tetap bekerja, sedangkan anaknya di titipkan pada ibunya, di sisi lain ibu Tanya sangat terpukul dengan apa yang di lakukan Ardi pada anaknya, "lelaki ini sangat keterlaluan, dia sudah membuat anakku pergi, dia bahkan tak punya hati dengan sangat tega menceraikan anakku dengan tidak sopan, saat ini dia juga memisahkan aku dengan cucuku" ibu Tanya menangis dengan kencang, dia tidak perduli dengan orang-orang di sekitarnya, orang-orang di sekitar juga sangat iba pada dirinya,. tidak terkecuali pada anaknya yang di kota T, mendengar kabar adiknya Tanya telah hilang, dia malah berdoa agar adiknya itu tidak di temukan lagi, lelaki ini sangat tidak terpuji, dia bahkan tidak pantas menjadi saudara kandungnya.
setelah tiga bulan menghilang dan mengalai amnesia, Tanya juga sudah mengganti namanya, " Erlin" ya namanya sekarang adalah Erlin, lelaki yang menabraknya tak memiliki nama lain, karena dia di rawat di rumah sakit Erlin, maka dia si beri nama dengan nama itu.
"Zoya, nama lelaki yang telah menabraknya, karena ingin bertanggung jawab, maka dia membawa Erlin, dia membawanya ke kota yang kejauhan dengan rumahnya, sekitar 20 kilometer.
Erlin, tak pernah berjalan jauh semenjak ia tidak memiliki banyak ingatan, dia hanya berjalan-jalan dengan Zoya saat akhir pekan, "we, kamu mau kemana Minggu ini hmm," Zoya bertanya padanya, " aku, tidak ingin kemana mana kak, saat ini aku juga tidak tahu siapa diriku yang di masa lalu, hanya saja tak ada satupun yang tersisa di ingatanku " Erlin menunduk, dia merasa sedikit sakit karena mencoba mengingat sesuatu,.
saat Zoya menabraknya, sebelum pingsan, dia melihat Zoya turun dari mobil dan mencoba untuk mendekat, tetapi karena takut di amuk massa Zoya akhirnya melajukan mobilnya dan meminta tolong pada asistennya.
di tempat Ardi,
Adrian mencoba mencari tahu tentang mantan kakak iparnya itu, tetapi hasilnya, kakak iparnya seperti hilang di telan bumi, tak ada informasi sama sekali, dia akhirnya berhenti mencarinya. saat sedang bekerja, Ardi tiba-tiba di telepon oleh Adrian Bahwa Minggu depan bos milik perusahaan mereka akan berkunjung, jadi dia harus segera menyelesaikan semua file yang ia kerjakan.
arsi bahkan tidak punya perasaan lagi pada mantan istrinya itu, dia merasa puas sekarang setelah mendapatkan hak asuh anak, "kamu harus bersikap komponen Ardi, aku tidak ingin bos mengkritik aku karena pekerjaan kita tidak selesai, aku harap kamu tidak terlalu fokus pada game yang menjadi hobby kamu, jika tidak ,aku tidak akan segan-segan untuk memecat kamu, meskipun kamu adalah abangku," kata Adrian, namun Ardi hanya mendengarkan dan sikapnya acuh tak acuh pada adiknya,
bosnya memiliki rumah yang jauh dari kantor tempat Adrian bekerja, membuat dia hanya berkunjung sekali dam sebulan, itulah mengapa Adrian sangat tegas pada semua karyawan di sana, bosnyalah yang memberikan kepercayaan pada dirinya, namun Adrian tidak terlalu kenal pada bosnya itu.
di rumah Zoya,
Erlin menghabiskan waktu dengan berolahraga, nonton TV, dan berbagai kegiatan lain, saat dia sedang melakukan yoga, Erlin tiba-tiba merasakan sakit pada perutnya, "aw, sakit, kak, tolong aku" kata Erlin memanggil Zoya yang sedang memeriksa beberapa pekerjaan di depan laptop, mendengar Erlin sedang berteriak, dia langsung bergegas menemuinya, "ada apa Erlin? mana yang sakit" tanya Zoya, "sakit kak, perut aku sakit sekali," Erlin berjalan sambil memegangi perutnya, "ayo kerumah sakit ya," kata Zoya dan langsung menggendong Erlin,
"pak tolong siapkan ruangan untuk Erlin, kami mau kerumah sakit, " Zoya mengemudi mobil sambil menelepon dokter yang sudah menjadi kenalannya.