karena merasa ada yang membuatnya sedikit canggu,Tanya memutuskan untuk tetap membantu agar mertuanya tak berfikiran bahwa menantunya ini anak yang malas, " Ardi, coba panggil tanya ke sini" panggil ibu Ardi, " iya, ma.." jawab Ardi. Ardi adalah anak yang menurut pada orang tuanya, dia beberapa tahun ini selalu merantau. "Tan..., mama panggil tuh" kata Ardi pada Tanya, " oh... baiklah" jawab Tanya, Tanya sebenarnya sedikit takut pada mertuanya, karena mereka belum lama bertemu dan juga dia belum terbiasa, memang agak aneh jika harus memiliki dua mama sekaligus, pikir Tanya, karena biasanya dia juga tidak terlalu akrab dengan ibunya sendiri walau itu adalah ibu kandungnya. " ma.. mama panggil aku.."? kata Tanya, " iya.." jawab mertuanya, " kamu kan baru selesai nikah, kamu jangan terlalu capek dulu, kan ada yang bantu di dapur beres-beres "! kata mertuanya lagi, " ngk apa ma.. kebetulan aku juga tidak capek kok, ngk enak juga sama yang lain walaupun hari ini adalah hari bahagia aku dan mas Ardi, tetapi aku tidak bisa tinggal duduk saja." jawab Tanya dengan suara yang lembut, wanita ini seharusnya mempersiapkan diri untuk malam nanti, tetapi karena dia juga merasa tidak enak hati pada keluarganya , dan keluarga suaminya maka dia ikut membersihkan di dapur.
"nak Ardi.., mohon maaf jika nanti anak saya ,masih belum mengerti tentang apa yang mungkin kamu sudah tau" kata ibu Tanya " tanya itu masih 18 tahun .. dia mungkin masih sedikit kekanak-kanakan,tolong mengerti dia ya,," lanjutnya lagi. " Bu.. aku juga kan baru menikah tentu harus menerima nasihat yang banyak, baik itu pada ibu atau ibu aku sendiri atau siapapun yang sudah berkeluarga, saya juga tidak akan memaksa Tanya Bu ." jawab Ardi pada mertuanya itu, dia bukannya mau ingin cepat-cepat punya anak, tetapi dia juga adalah lelaki perjaka, jadi dia harus benar-benar merasa sudah siap dan istrinya juga sudah menerimanya dengan sepenuhnya. berkeluarga bukan hal yang mudah, semudah membalikkan telapak tangan, butuh perjuangan dan pemikiran yang benar-benar matang agar tak ada kesilapan di dalam suatu hubungan. kita bisa berusaha semampu mungkin mempertahankan hubungan agar tetap harmonis, tetapi kembalikan semua itu pada Tuhan.