14

1618 Words

Minggu pagi.... Ibram dan Ayah yang baru saja menginjakkan kaki di teras rumah sesudah ikut jalan sehat langsung disambut oleh Bunda. Pagi itu Bunda terlihat segar dengan celemek bunga-bunga biru terpasang di badannya. "Bunda harusnya tadi ikut, tau. Seru!" seru Ibram seraya mendekat ke Bunda. "Muter kemana aja tadi?" tanya Bunda sambil tersenyum. Diusapnya kepala Ibram sayang. Ibram yang baru akan menjawab dengan semangat mendadak merengut saat Bunda beralih menghambur mendekati Ayah. Ayah tersenyum lebar, lalu tanpa segan langsung melingkarkan lengannya ke bahu Bunda, membuat kepala Bunda otomatis menyandar ke d**a Ayah. Ibram geleng-geleng kepala. Bundanya selalu begitu. Anak-anaknya selalu saja dianak tirikan setiap melihat Ayah. Lihat saja sekarang, tidak peduli meski Ayah bau ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD