24

942 Words

"Lo kalo masih bandel juga, gue ambil tuh hp, abis itu gue jual ke tukang loak." Ancaman kejam Karim membuat Kay buru-buru meletakkan ponselnya ke atas meja lalu pura-pura serius mengerjakan soal matematika yang diberikan Karim sejak setengah jam yang lalu. Dari nada bicaranya yang mendesis dan tatapan sinisnya, Kay tahu kalau Karim mulai kesal dengan tingkahnya sejak tadi. Bukannya menyelesaikan soal dengan segera, Kay malah lebih sering mencuri-curi foto Karim dengan kamera ponselnya. Yah, ini juga salah Karim. Kenapa harus terlihat cool tiap kali serius membaca? Kay kan jadi tergoda untuk mengabadikan fotonya. Diliriknya Karim dari balik bulu matanya. Belum sedetik, Karim berdehem sambil memasang raut datar, memberinya peringatan. Kay malah mengangkat kepalanya sambil cengar-cengir t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD