12

2299 Words

  "Duh, cantik banget anak perempuan Bunda..., rapi banget lagi. Mau kemana?" Kay tersenyum lebar atas tanggapan Bunda. Dia memperhatikan penampilannya sejenak sebelum duduk di sofa, di samping Bunda yang sedang membaca buku. "Tumben Bunda sendirian. Ayah sama Ibram kemana, Bun?" tanya Kay setelah celingukan mencari-cari Ayah dan Ibram. Biasanya, sabtu malam begini, jika tidak keluar bersama, rumah terasa begitu ramai karena satu keluarga berkumpul bersama di ruang televisi, entah itu untuk menonton, karaoke, atau sekadar bercengkerama hangat. Kadang, di saat-saat seperti inilah Ayah akan berangkulan santai dengan Bunda sambil menyaksikan Kay dan Ibram ribut saling menjahili. "Ayah nemenin Ibram beli sate udang di depan kompleks." "Sate udang?" Kening Kay berkerut, heran. "Lho, Ibram,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD