"Jadi, sebenernya ada apa di antara kalian berdua?" todong Kay begitu mereka duduk di salah satu meja yang ada di sudut restoran padang yang mereka singgahi setelah shalat maghrib. Tadinya Agas mau langsung mengantar Kay pulang ke rumah, tapi Kay minta singgah makan malam dulu karena masih penasaran dengan apa yang terjadi di kuburan sore tadi. Selain itu, dia juga masih belum paham, hubungan Karim menjauhinya dengan kenapa Agas malah mengajaknya ke makam saudaranya. Agas mengurungkan niat untuk menyuapkan sesuap nasi ayamnya dan memandang Kay malas. "Bisa nggak kalo kita makan dulu? Gue laper." "Tadi katanya nggak laper." Kay mencibir. Dia kemudian tersenyum geli melihat Agas memutar bola mata dan langsung melahap nasi ayamnya dengan semangat. Baiklah, dia akan mengikuti kemauan Agas.

