16

3048 Words

2 jam pun berlalu dengan begitu cepat, sekarang kini dokter dan suster sudah berada di ruangan ICU untuk melepas semua alat yang menempel pada tubuh Sheila. Reyhan dan Faqih hanya bisa menatap dari luar ruangan Sheila. Tapi tiba-tiba Faqih ingin masuk untuk mengucap salam perpisahannya kepada Sheila. Faqih melangkahkan kakinya masuk ke ruangan tersebut. "Qih, lo mau kemana?" Tanya Reyhan. Faqih masih tetap melangkahkan kakinya menuju ke dalam ruangan tersebut. "Ada apa?" Tanya dokter Irwansyah. Faqih tak menjawab pertanyaan dokter tersebut dan Faqih pun mendekati ranjang Sheila. Dokter Irwansyah pun hanya diam dan memberi jalan untuk Faqih lebih dekat dengan Sheila. Semua yang ada di ruangan itu diam. Faqih berdiri di sebelah kanan Sheila, ia menatap Sheila sendu. Ketika alat ban

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD