Sepuluh menit kemudian, suara sirene ambulans memecah keheningan malam. Para petugas medis dengan cepat membawa tandu masuk ke rumah dan memindahkan Nyonya Ratna ke atasnya. “Kami harus segera membawanya ke rumah sakit,” salah satu petugas medis berkata dengan nada tegas. “Aku ikut!” kata Darrel tanpa ragu. Ia mengabaikan pakaian rumah yang masih melekat di tubuhnya dan langsung naik ke ambulans. Irene dan Livia hanya bisa berdiri di depan pintu, saling bertukar pandang tanpa kata. “Kamu ikut atau nggak?” tanya Irene, suaranya hampir berbisik. Livia mengangkat dagu, menatap Irene dengan tajam. “Tentu aku ikut. Tante Ratna lebih butuh aku daripada kamu.” Tanpa menunggu jawaban, Livia melangkah masuk ke mobil lain, meninggalkan Irene di belakang. Di rumah sakit, suasana semakin tegang.

