"Papa!!!" Suara familiar itu membuat Erwin kebingungan. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar, mencari-cari di mana pemilik suara yang sudah begitu ia rindukan itu. Namun, nihil. Erwin hanya melihat para pejalan kaki yang berlalu lalang di perempatan jalan, tepat di tengah-tengah gedung-gedung pencakar langit yang megah nan indah itu. "Papa! Aku di sini!" Erwin lagi-lagi dibuat bingung, karena berkali-kali memutar tubuhnya ke sana-kemari tanpa tau di mana posisi anak yang memanggil namanya itu. "Isshh, Papa! Aku di sini!" Dan, akhirnya. Erwin menyunggingkan seulas senyum ketika menemukan sang pemilik suara yang ia cari-cari itu. Rena. Ya, Rena dari kejauhan tampak melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Tubuh mungil yang melompat-lompat kegirangan itu membuat Erwin ingin cepat-cep

