Ciumanmu Menenangkan

1172 Words

"Aku punya Penthouse sendiri di Beijing," ucap Rustam sambil memainkan ponselnya. Viola mencoba melirik ponsel Rustam, penasaran kira-kira dengan siapakah suaminya berkomunikasi. "Curiga banget?" Rustam menyadari tingkah aneh Viola. "Aku chattan sama klient." "Aku pikir sama perempuan lain." Viola melipat kedua tangannya di depan d**a kemudian menghempaskan tubuhnya pada kursi ruang tunggu bandara. "Kenapa, sih, harus main rahasia-rahasiaan? Mau sampai kapan?" "Mau sampai kapan apanya?" tanya Rustam. "Mau sampai kapan kamu menyembunyikan sesuatu dari aku perihal pekerjaanmu?" Viola mendengus. "Apa dengan rahasia-rahasia seperti ini yang dinamakan romantis?" "Dari awal Mama sama Papa bersatu aja udah nggak romantis," sahut Rena di sebelah mereka, menggerutu tidak jelas sambil memain

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD