"Aku punya Penthouse sendiri di Beijing," ucap Rustam sambil memainkan ponselnya. Viola mencoba melirik ponsel Rustam, penasaran kira-kira dengan siapakah suaminya berkomunikasi. "Curiga banget?" Rustam menyadari tingkah aneh Viola. "Aku chattan sama klient." "Aku pikir sama perempuan lain." Viola melipat kedua tangannya di depan d**a kemudian menghempaskan tubuhnya pada kursi ruang tunggu bandara. "Kenapa, sih, harus main rahasia-rahasiaan? Mau sampai kapan?" "Mau sampai kapan apanya?" tanya Rustam. "Mau sampai kapan kamu menyembunyikan sesuatu dari aku perihal pekerjaanmu?" Viola mendengus. "Apa dengan rahasia-rahasia seperti ini yang dinamakan romantis?" "Dari awal Mama sama Papa bersatu aja udah nggak romantis," sahut Rena di sebelah mereka, menggerutu tidak jelas sambil memain

