Rasanya hari demi hari cepat berlalu, kini mentari sudah bersinar untuk yang ke-tujuh kalinya setelah malam itu. Siang ini, Deri permana-Asisten Daffin mengimbangi langkah Bos-nya yang selalu gagah, menuju keluar gedung utama D-Company. Sang supir sudah siaga membukakan pintu mobil untuk Sang Bos, Daffin segera masuk kedalamnya, diikuti oleh Deri masuk ke mobil bagian depan dekat Pak Supir. Seperti biasa, di dalam mobil tidak ada yang bersuara sepatah katapun, hening dan sunyi. Terkecuali memang diperlukan seperti membahas hal yang memang benar-benar penting. Daffin tidak suka dengan orang yang bertele-tele, Ia suka berbicara to the point, membahas langsung ke inti masalah. Satu jam perjalanan menyusuri jalan kota Metropolitan, Mobil Daffin terparkir di tempat yang di tuju. Ia keluar d

