“Ada yang salah Tuan ?” Ustin berkata ketika melihat raut wajah bosnya nampak kurang baik. Akhir-akhir ini situasi emosional tuannya memang sedang berada dalam tahap yang cukup ekstrim. Naik turun seperti roller coaster. Tak perlu menebak apa yang mengganggunya sebab Ustin bisa menebak dengan mudah penyebabnya. “Aku sedang berada dalam fase yang menyedihkan. Apa yang harus aku lakukan Ustin ?” wajah Grigorii nampak kuyu. Berkali-kali dia mengusap wajahnya. Dia seperti menua dengan cepat. Karena stress. Tentu saja. “Apa yang anda maksud ?” Ustin menjawab tanya yang diujarkan tuannya. “Aku membuang wanita yang berusaha membesarkanku, dan mempertahankan wanita yang justru malah menyusahkanku.” Ustin diam sebentar. “Saya tidak tahu harus berkomentar seperti apa. Sebab itu adalah pilihan y

