Setelah mendapatkan penghinaan yang luar biasa dari Petya. Meisei kemudian teringat soal tanggung jawab Aghta yang mengelola keuangan perusahaan. Dia kemudian pergi menemui Ustin yang kala itu sedang disibukan dengan beberapa hal. Dia berharap pria baik itu mengerti situasinya dan memberinya wewenang itu. Sehingga dia bisa menyumpal mulut Petya yang telah mempermalukannya diacara makan-makan yang dia adakan kemarin malam. Kemarahan telah berada diujung kepalanya saat ini. “Bukankah dulu, Aghta mengelola keuangannya sendiri ? tapi kenapa setelah aku telah menjadi direktur aku tidak memiliki kewenangan yang sama dengan Aghta ? kudengar kau yang menjadi pengelola keuangan perusahaan ?” Meisei berkata dengan lancar didepan pintu ruangan itu. Sedangkan Ustin menjawab dengan cepat tanpa menole

