“Apa ini ?” Madam Nenah tercengang dengan ketidaktahu maluan Meisei yang setengah mendobrak pintunya dengan dalih bertemu setelah melibatkan dirinya dalam beberapa masalah. Belum habis traumanya oleh Revaldi yang memperlakukannya dengan kasar. Perempuan itu malah datang padanya dengan arogan begini. Rasanya dia ingin meludahi wajah Meisei yang kini berlagak mengintimidasinya. Pribahasa kacang lupa kulit pantas sekali disematkan pada wanita ini. “Dokumen perjanjian kita. Dimana kau menyimpannya ?” Madam Nenah tak menyangka jika topik awal yang akan dibicarakan Meisei adalah seputar masa lalunya. Tapi sayang sekali karena dia sudah terlambat, awalnya memang benar Madam Nenah menyimpannya sendiri. Namun karena insiden yang menimpanya, dokumen itu telah berpindah tangan pada Revaldi. Bahka

