Melampaui Batas

2443 Words

“Ada sesuatu yang harus aku katakan padamu.” Kini giliranku mengintimidasi suamiku yang kurasa tidak tahu malu karena membagikan soal pribadi kami kepada pihak luar. Entah karena berusaha mempelajari sesuatu atau menambah pengalaman. Semua itu tidak jadi soal, yang jadi masalah adalah informan yang dia percayai untuk itu. Sejak aku tahu ternyata apa yang Leivh lakukan padaku semalam adalah ide dari Nathan. Maka aku bersumpah untuk memblacklist pria itu dari sisi suamiku yang dengan mudahnya menyerap hal tak penting dari pemuda itu. “Istriku..” Leivh berusaha mengatasi kesalahannya dengan memberiku senyum indahnya dari wajahnya yang memang tampan. Aku memberinya sebuah senyum pula sebagai balasan. Namun tentu saja tidak semata-mata hanya sekadar senyum karena gesture tubuhku sedang tidak d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD