Keputusasaan Meisei

2815 Words

  Waktu berlalu dengan lambat. Tetapi ketika aku memikirkannya di malam hari, rasanya justru berlalu terlalu cepat. Leivh telah tidur disebelahku. Kami telah mengarungi nirwana penuh gairah. Pria itu terlalu bersemangat hingga dirinya sendiri kelelahan. Dan meskipun kami melewatinya seperti itu, aku tidak pernah merasa yakin jika aku bisa seperti perempuan seutuhnya. Sedikit menyedihkan bagiku untuk berharap pada sesuatu yang tak mungkin terjadi. Tapi ketika seluruh permikiranku yang berkabut, aku merasakan ada gerakan disisi tubuhku. Pria yang memelukku sepertinya terbangun, dia mengambil posisi untuk bersandar didadaku. Dia terlihat menggemaskan, dan ya kuakui dirinya sedikit manja pula. Entah sejak kapan pria ini menjadi begitu berarti bagiku ? aku bertanya-tanya apa masuk akal jika aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD